Program tahfidz quran di ponpes Nurussalam, sebagaimana tertera, memastikan setiap santri maupun santriwati mendapatkan hafalan minimal 6 (enam) juz selama 6 tahun belajar. Dan sebagaimana yang telah dijanjikan, bagi santri yang dapat mencapai hafalan di atas target, dengan batas angka 10 juz, maka akan mendapat apresiasi berupa beasiswa dalam bentuk keringanan biaya pendidikan.
Sabtu pagi tadi, seperti hari sabtu biasanya di ponpes Nurussalam, muhasabah diselenggarakan dengan di pimpin oleh Ustaz Rahmat Azzuhri, S.Ag. selaku kepala sekolah Kulliyatul Mu’allimat (KMA). Bedanya, di sabtu pagi ini, setelah terselenggaranya muhasabah yang biasanya para santriwati langsung membubarkan diri, kali jni masih bertahan di lapangan demi menyaksikan sebuah pengumuman yang katanya akan disampaikan oleh dewan guru.
Tak berselang lama, akhirnya pagi hari itu mereka dikagumkan oleh salah satu santriwati yang tiba-tiba di panggil oleh wakil direktur ponpes Nurussalam, Ustaz Maksum Abdurrahman, LC. untuk maju ke depan semua orang.
Namanya Wardatul Adli, salah seorang santriwati dari kelas 12 asal Tais, Bengkulu, pagi ini dipanggil ke depan untuk menerima sebuah penghargaan kecil atas prestasi yang telah diraihnya. Wardatul Adli ini, selain termasuk jajaran murid cerdas di kelasnya, juga telah berhasil mendapat hafalan yang mencapai jumlah juz di atas target yang diwajibkan. Ia telah menyetorkan 10 juz hafalan yang dia pegang pada hari jumat (25/9) lalu. Oleh karena itu, sesuai janji yang diberikan pesantren, ia menerima beasiswa dalam bentuk keringanan biaya pendidikannya untuk setahun ke depan.
Terakhir, ucapan selamat untuk Wardatul Adli. Semoga ananda bisa tetap istiqomah dan dapat menghafal 20 juz sisanya. Allah SWT senantiasa menepati janjinya, bahwa barangsiapa yang menjaga kitab-Nya, maka Allah akan senantiasa menjanganya dan memberikannya kehormatan di dunia hingga akhirat kelak. Allahu A’lam.