“Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu.”
(HR. Thabrani)
Guru/pengajar memiliki peran yang penting dalam pendidikan. Untuk menjadi seorang guru/pengajar yang profesional, tentulah seseorang harus memiliki kemampuan dan memenuhi standar.
Berdasarkan hal tersebut, Pondok Pesantren Nurussalam rutin melaksanakan ‘Amaliyah Tadris (praktek mengajar) setiap tahunnya. ‘Amaliyah tadris ini diwajibkan bagi setiap siswa/siswi kelas akhir sebagai salah satu ujian yang akan harus diselesaikan sebagai persyaratan kelulusan. Program ini juga ditujukan untuk memenuhi standarisasi proses penguasaan keterampilan dasar mengajar, sebelum mereka terjun langsung untuk mengajar di sebuah lembaga pendidikan ataupun di lingkungan masyarakat luas. Adapun, Program amaliyah tadris ini dilaksanakan 2 (dua) kali dalam satu tahun ajaran.

Hari sabtu (4/2) sampai kamis (9/2) Program ‘Amaliyah Tadris pertama kembali dilaksanakan oleh para 15 siswa dan 34 siswi kelas akhir. Masing – masing siswa/siswi mendapat giliran satu kali mengajar pelajaran di kelas yang telah mereka tentukan sendiri sesuai jadwal KBM seperti biasanya. Pelajaran tersebut beragam, ada yang memilih nahwu, shorof, tafsir, dan lain-lain.
Selama mengajar, siswa/siswi yang tengah praktek didampingi oleh guru pembimbing dan juga satu kelompok dari temnannya yang bertugas untuk meng-evaluasi. Adapun metode yang digunakan untuk mengajar ini di-adopsi dari buku pelajaran Tarbiyyatul-Islamiyah yang telah dipelajari.

Selain untuk impruvisasi dalam bidang mengajar, program ini diharapkan dapat mendorong para calon guru/pengajar menemukan kekurangan dalam berbagai aspek terutama penguasaan materi, juga meningkatkan keterampilan mereka untuk mem-vaiiasikan metode mengajar supaya selalu menarik.

Adapun ‘Amaliyah Tadris yang kedua, akan dilaksanakan pada 25 Februari mendatang.