Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhuma, mereka berdua berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, ‘Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir (mengingat) Allah, melainkan mereka dikelilingi oleh para malaikat, diliputi oleh rahmat, diturunkan sakinah (ketenangan), dan mereka disebut oleh Allah di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya.’” (HR. Muslim, no. 2700)
Hari sabtu, malam minggu, merupakan malam yang indah -mungkin- bagi para muda-mudi yang tengah bersemi dalam kisah asmara yang tiada berarti sama sekali.
Kala kebanyakan kaum remaja di luar sana rata-rata menghabiskan malam minggu -yang mereka anggap indah itu- dengan hal yang tidak bermanfaat dan malah mungkin keluar dari aturan syari’at, para remaja tangguh calon penerus masa depan islam ini menghabiskan jwaktunya untuk berkumpul dengan para malaikat di suatu majelis lmu.
Di malam minggu yang indah ini, para santriwati ponpes Nurussalam hadir dan duduk di masjid untuk mendengarkan tausiyah dan nasehat dari gurunya. Kegiatan tausiyah “malming” ini merupakan program rutin dari divisi ta’lim yang diadakan setiap pekannya setelah dilaksanakannya shalat maghrib.

Khusus malam minggu ini, tausiyah dan nasihat diberikan oleh salah satu guru, yaitu Ustaz Mahali Abdul Jalal, S.Pd.I..
Tausiyah dan nasehat ini diprogramkan guna menjadi 𝑟𝑒𝑚𝑖𝑛𝑑𝑒𝑟 dan pe-𝑟𝑒𝑐ℎ𝑎𝑟𝑔𝑒 iman maupun semangat para santriwati.
Santri Nurussalam tak pernah henti diberi motivasi, dibekali ilmu pengetahuan, dan diajarkan dari banyak pengalaman agar mereka menjadi generasi yang siap tempur, menghadang semua tantangan dakwah di masa depannya kelak.